Sabtu, 03 Oktober 2009

Ilmu Ikhlas part 2

Adzan Magrib sudah lewat 45 menit yang lalu.
Pun air wudhu telah membasuh wajah, serta kening ini telah menyentuh lantai menyembah Tuhan Yang Satu-Satunya...
Doa-doa telah mengangkasa dan satu diantaranya adalah supaya Allah karuniakan kelapangan hati dan keikhlasan dalam jiwa ini.

Dalam kepala ini tetap terbesit rasa harus bisa ikhlas. Kalau tidak bisa maka belajarlah untuk bisa ikhlas. Bahkan paksakan untuk IKHLAS...PAKSA terus...

Yang sedang kufahami kini adalah bahwa hidup ini terus berjalan dengan berbagai warnanya.
Kadang Allah beri kesulitan, maka ikhlas menjalaninya dengan sabar.
Kadang Allah beri kenikmatan, maka ikhlas menjalaninya dengan syukur.

Kini Allah mungkin sedang memberiku sebuah sarana untuk kembali belajar. Ada sesuatu yang rasanya ia lancarkan, dan mudahkan layaknya aliran sungai yang mengalir dengan riak dan ombaknya. Maka Allah mulai mengajariku untuk mengikhlaskannya, dan menyandarkannya hanya padanya...sungguh...ujian kesenangan lebih melenakan dan tampaknya syetan bisa dengan mudahnya ikut nangkring di pundak kita sambil mengarahkan jalan kita yang secara perlaha ia belokkan ke jalan yang -demi Allah- tidak ada ketenangan hati di dalamnya...na'udzubillah. Maka ketahuilah, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik dimata Allah. Dan yang menurut kita buruk, belum tentu buruk di mata Allah. Sungguh, tiada tempat berharap selain pada Allah. Tidak sekalipun pada manusia terbaik...

Dosa itu adalah yang syak di hati dan tidak akan pernah memberikan sedikitpun ketenangan hati, meski setiap orang memberi fatwa yang mendukung yang syak itu...

Sekarang lagi adzan Isya...

Maka, lagi, diantara adzan Isya dan qomatnya, aku mohon...berikanlah keikhlasan...berikanlah ketenangan hati Ya Raab...beri kemudahan dan petunjuk...dan beri yang terbaik...Yang Terbaik Setiap Hari...

Allahumma 'arinal haqqa haqqa warziqnattibba'ah
Wa 'arinal baakhila bakhila warziqnajtinabah

Allahumma Aamiin...
Dimsalqassam